JAKARTA – Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah melakukan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan jemaah umrah Indonesia yang terdampak perang antara AS-Israel dan Iran.
Pembatalan penerbangan dapat menyebabkan jemaah umrah tertahan (stranded) di bandara.
Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, mengatakan pihaknya telah membuat tim untuk mendampingi para jemaah.
“KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji,” ujar Muhammad Ilham dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Selain itu, KUH Jeddah juga membuka komunikasi intensif dengan pihak maskapai penerbangan, travel penyelenggara, serta syarikah yang menjadi mitra travel di Arab Saudi.
Dirinya mengatakan langkah ini untuk mencari solusi terbaik bagi jemaah yang tertunda kepulangannya akibat pembatalan atau penyesuaian jadwal penerbangan.
“Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan,” katanya.
Perang Israel dan Amerika Serikat melawan Iran melumpuhkan penerbangan global, membuat jemaah umrah di Tanah Suci, Arab Saudi, terkatung-katung menunggu kepastian pemulangan.
Sekitar 58.000 ribu jemaah umroh asal Indonesia di Arab Saudi dan negara transit lainnya di Timur Tengah menunggu kepulangan ke tanah air.
Ribuan penerbangan dibatalkan dan sejumlah bandara utama di Timur Tengah terpaksa ditutup .
Gangguan ini memasuki hari kedua, dengan pusat transit utama seperti Dubai dan Doha menghentikan operasional.
Situasi memaksa maskapai di seluruh dunia mengalihkan rute penerbangan dan membuat jutaan penumpang terlantar.
Sejumlah negara seperti Iran, Irak, Israel, Suriah, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab mengumumkan penutupan sebagian hingga total wilayah udaranya.
Sementara itu, Arab Saudi bersama beberapa negara lain seperti Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status waspada, menyesuaikan dengan perkembangan situasi keamanan ke depan.
KBRI Riyadh juga telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi dinamika situasi keamanan kawasan.
Sumber: Tribun News





