SABILINA TOURS – Kekhawatiran terhadap keamanan Arab Saudi di tengah eskalasi konflik dengan kelompok Houthi turut disuarakan jemaah umrah dari berbagai negara. Mereka mengecam serangan yang dinilai membahayakan warga sipil sekaligus mengancam keselamatan Dua Masjid Suci dan para pengunjungnya.
Dilansir Saudi Press Agency (SPA), Minggu (11/10/2026), kecaman tersebut disampaikan jemaah yang tergabung dalam Program Penjaga Dua Masjid Suci untuk Umrah dan Kunjungan. Mereka menilai keamanan Arab Saudi memiliki arti penting bagi umat Islam, terutama dalam menjamin keselamatan jemaah yang beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Para jemaah juga menegaskan bahwa tindakan yang membahayakan warga sipil bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam yang menjunjung tinggi perlindungan jiwa manusia dan melarang pertumpahan darah.
Mereka turut menyoroti pentingnya menjaga stabilitas Arab Saudi sebagai bagian dari stabilitas dunia Muslim.
Jemaah Apresiasi Perlindungan di Situs Suci
Di tengah kekhawatiran terhadap situasi keamanan, para jemaah menyampaikan apresiasi atas upaya pemerintah Arab Saudi dalam menjaga situs-situs suci dan memberikan perlindungan kepada pengunjung dari berbagai negara.
“Para tamu menyampaikan apresiasi atas layanan dan upaya Kerajaan dalam menjaga situs-situs suci serta memberikan kenyamanan dan perlindungan bagi jemaah dari berbagai negara,” lapor SPA.
Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya jaminan keamanan bagi jemaah yang datang ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah. Keamanan lingkungan dan perlindungan terhadap pengunjung menjadi perhatian di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Serangan di Bandara Riyadh Dilaporkan Tewaskan 12 Orang
Kecaman para jemaah muncul di tengah laporan serangan terhadap fasilitas penerbangan di Arab Saudi. Berdasarkan laporan otoritas penerbangan Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA), yang dikutip Saudi Gazette, serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada Sabtu (10/10/2026) dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya.
Korban tewas terdiri atas empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga negara Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Sejumlah korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Selain Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, serangan juga dilaporkan terjadi di dekat Bandara Internasional King Fahd di Dammam. Namun, tidak terdapat rincian lebih lanjut mengenai insiden di kawasan bandara tersebut dalam bahan laporan yang tersedia.
Operasional Bandara Riyadh Sempat Dihentikan
Serangkaian serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan sipil di Arab Saudi. Otoritas setempat dilaporkan menghentikan sementara operasional Bandara Internasional King Khalid untuk menilai kerusakan akibat serangan.
Arab Saudi diketahui terlibat dalam konflik berkepanjangan dengan kelompok Houthi di Yaman. Eskalasi militer yang dilaporkan meningkat pada Oktober 2026 kembali menempatkan keamanan wilayah dan fasilitas sipil sebagai perhatian.
Kecaman dari jemaah umrah tersebut menambah sorotan terhadap dampak konflik terhadap keselamatan masyarakat dan pengunjung Arab Saudi, termasuk umat Islam yang datang untuk beribadah di Dua Masjid Suci.
Sumber: HIMPUH NEWS




